Masih seputar HMJ TE, lebih khususnya OMP HMJ TE. Sekali lagi, part 2 ini akan diceritakan dari sudut pandang saya yang merangkap sebagai seksi konsumsi.
Begitu makan siang selesai, peserta diwajibkan
mengikuti materi pertama dengan tema “Kebersamaan Organisasi” dengan pemateri
yang akrab disapa k’Junay. Jangan tanya saya mengenai isi materi, pembawaan
pemateri, atau sesuatupun yang berhubungan dengan materi yang satu itu.
Sungguh, saya hanya sedang membawa keluar telur-telur yang sudah direbus ketika peserta lain sementara menikmati ‘senam otak’, saya saat itu berada di dapur dengan pisau di tangan ketika mereka tertawa histeris bahagia. Terdengar ! Bergema hingga ke dapur !
Sungguh, saya hanya sedang membawa keluar telur-telur yang sudah direbus ketika peserta lain sementara menikmati ‘senam otak’, saya saat itu berada di dapur dengan pisau di tangan ketika mereka tertawa histeris bahagia. Terdengar ! Bergema hingga ke dapur !
Seperti yang telah saya jelaskan bahwa kini
segalanya menjadi tidak tepat waktu, maka salah satu materi ditunda hingga
malam nanti. Untuk mengefesiensi penggunaan waktu, maka ba’da Ashar materi yang
tidak kalah menarik langsung diperkenalkan ke para peserta. Tema materi pilihan
panitia saat itu ialah “Manajemen Organisasi” dengan pemateri kak Gilang, MIPA
2008, Kadagri BEM UNJ. Luar biasa ! –saya tetap masih di dapur- Ada hal menarik
jika mengingat kejadian saat materi ini berlangsung. Salah satu sahabat baik
saya, sebut saja yanthy, menyukai pemateri manajemen organisasi ketika itu.
Entah pembawaannya, pendekatannya, atau mungkin orangnya. Hehe.. Saya
menyayangimu, yanthy ^^v
Kegiatan terus berlangsung hingga larut malam.
Luar biasa semangat peserta OMP HMJ TE !
Pagi yang cerah ! Secerah tugasku yang harus
mencari jahe dan beberapa bungkus santan kara untuk menu sarapan pagi kami,
bubur kacang ijo.
Setelah senam pagi dan sarapan, peserta
kemudian mengikuti salah satu acara yang tidak kalah luar biasa, outbond. Tapi
sekali lagi, saya tidak dapat menceritakan sedikitpun mengenai outbond hari
itu. Bukan karena saya sedang mengeluarkan telur-telur yang sudah direbus,
bukan juga karena pisau saya di tangan dan masih berkutat di dapur, tapi karena
saya butuh beristirahat sejenak –baca:sakit-
Ada beberapa hal yang menarik dari kegiatan
ini. Entah kenapa, sekalipun saya terus berada di dapur, saya tetap merasa
dekat dengan peserta lain. Maklum, kami makan dan tidurnya tetap bersamaan
(akhwat-akhwat, ikhwan-ikhwan), mungkin juga karena kami menghabiskan semalaman
suntuk kami bersama. Saya yang tidak mengikuti dua materi saja tetap merasa
akrab, tetap merasa mengenal peserta lain dengan baik.
Bangga akhirnya ketika acara ini diakhiri
dengan foto bersama seluruh pengurus yang hadir *kecuali fotografer*, lalu
kemudian berfoto dengan anggota dari masing-masing divisi. Ah, persaudaraan ini
baru saja dimulai. Semoga berakhir dengan manis. InsyaAllah. Aamiin J
Pulang. Kereta api lagi. Senyum manis sepanjang
jalan lagi.
Sekian.
Terimakasih J

lucu ^^
BalasHapussibuk merebus telur
tulisan ini sebenarnya sedikit dipaksakan kakaaak. udah lupa beberapa adegan nih kak hehe
BalasHapus